Cara Ternak Jangkrik Serta Modal dan Keuntungannya

Cara Ternak Jangkrik – Ternak Jangkrik bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan. Sebab, permintaan akan jangkrik cenderung stabil karena serangga ini sering digunakan sebagai pakan berbagai hewan peliharaan.

Potensi keuntungan dari beternak jangkrik terbilang besar. Terbukti
dengan banyaknya orang yang mulai budidaya jangkrik. Selain digunakan sebagai pakan hewan peliharaan, serangga yang
nyaring bunyinya ini juga bisa diolah menjadi tepung serta bahan campuran obat dan kosmetik.

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum memulai budidaya Jangkrik. Beternak jangkrik haruslah dilakukan dengan hati-hati agar tidak merugi.

Cara Ternak Jangkrik

Karena cukup sulit mendapatkan jangkrik di alam bebas, banyak orang yang rela membayar mahal untuk membeli serangga ini. Harga jual satu kilo jangkrik bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Lalu, bagaimana cara ternak jangkrik? Berapa modal dan keuntungan yang akan di dapat? Terkait hal tersebut, kami sudah merangkum informasi dari berbagai sumber. Simak ulasan berikut.

Cara Ternak Jangkrik

Jika kamu tertarik atau berencana memulai usaha ternak jangkrik, kamu harus memahami langkah-langkahnya di bawah ini.

Baca Juga: Ide Usaha Rumahan Modal Kecil

1. Menentukan Lokasi

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk beternak jangkrik adalah menentukan lokasi budidaya jangkrik terlebih dahulu. Lokasi ini nantinya akan digunakan untuk meletakkan kandang jangkrik.

Kriteria lokasi yang ideal untuk ternak jangkrik adalah lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung, tenang, dan sirkulasi udara yang baik. Akan lebih bagus jika lokasinya terpencil, jauh dari pemukiman dan predator jangkrik.

Gudang bisa menjadi lokasi cocok untuk budidaya serangga ini. Atau, kamu bisa membangun gubuk sederhana untuk menekan modal. Namun, pastikan bahwa lokasinya cukup luas untuk meletakkan kandang jangkrik.

Baca Juga: 10 Tips Menabung untuk Pelajar

2. Membuat Kandang

Hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah kandang jangkrik. Kamu bisa membeli kadang jangkrik yang sudah jadi toko hewan atau unggas. Jika tidak ada, kamu bisa memesannya di pengrajin kayu.

Tapi kami menyarankan untuk membuat sendiri kandang jangkrik tersebut untuk menekan modal. hanya dengan kardus atau kayu bekas, kamu bisa membuat kandang jangkrik sendiri.

Caranya, buat lubang pada kardus sebagai ventilasi, lalu tutupi dengan kain kasa. Tutup juga bagian kardus lainnya dengan lakban agar jangkrik tidak melarikan diri.

Kandang Jangkrik
Youtube.com/suryaguna

Jika kamu punya modal yang agak banyak, kami sarankan membuat kadang jangkrik yang besar dengan panjang 244cm, lebar 122cm dan tinggi 60cm. Kandang jangkrik berukuran besar ini membutuhkan 2,5 lembar triplek.

Kandang ini juga mampu menampung puluhan kilo jangkrik dalam satu kali panen.

Tapi hal yang perlu kamu perhatikan ketika membuat kandang jangkrik adalah, pastikan kandang tersebut tidak bisa dijangkau predator dan hewan penggangu seperti kadal, cicak, tikus dan semut. Caranya, mengalasi kaki kandang dengan mangkuk berisi oli.

Baca Juga: Usaha Kecil Menengah yang Menguntungkan

3. Menyiapkan Media dalam Kandang

Setelah kandang jangkrik telah selesai dibuat, kamu perlu menyiapkan media hidup jangkrik di dalam kandang. Biasanya media yang digunakan adalah rak telur bekas atau Etray.

Etray kemudian disusun dengan mendirikan dan merapatkan Etray agar tercipta ruang-ruang untuk tempat jangkrik hidup dan bersembunyi.

Tapi sebelum menyusun, pastikan Etray dalam keadaan kering dan utuh agar dapat berfungsi dengan baik. Karena itulah Etray harus dijemur terlebih dahulu selama 6 jam.

4. Pembibitan Jangkrik

Untuk melakukan pembibitan jangkrik kamu bisa membeli indukannya di peternakan atau toko pakan hewan. Tapi sebaiknya induk jantan diambil dari alam liar seperti sawah dan kebun karena sifatnya agresif.

Ciri jangkrik jantan adalah bunyinya yang nyaring, karena hanya jangkrik jantan yang bisa menggesekkan sayapnya.

Pembibitan yang ideal dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina 1:5 agar mendapat hasil yang maksimal. Sediakan juga media pasir dalam wadah seperti piring atau mangkuk untuk tempat jangkrik meletakkan telurnya.

5. Penetasan Jangkrik

Dalam sekali panen jangkrik akan menghasilkan banyak telur. Satu sendok teh, bisa berisi 1500-2000 butir telur jangkrik. Telur akan berubah warna dalam waktu 4-6 hari lalu menetas pada hari ke 7 atau ke 10.

Pisahkan telur jangkrik dengan induknya agar tidak dimakan. Sebab, jangkrik termasuk hewan kanibal.

Anakan jangkrik berusia 1 sampai 10 hari bisa diberi makan voer ayam yang dihaluskan. Lalu diberi sayur-sayuran seperti kubis, kol, wortel, singkong, bayam dan lain-lain ketika usianya lebih 10 hari.

Baca Juga: 10 Kerja Sampingan di Waktu Luang

6. Panen Jangkrik

Jangkrik bisa dipanen dalam 3 bentuk, yaitu ketika masih berbentuk telur, jangkrik muda, dan jangkrik dewasa. 

Jangkrik dewasa dapat dipanen ketika berumur 50 hingga 60 hari. Sedangkan jangkrik muda dapat dipanen ketika berumur 40 sampai 50 hari.

Ketika memanen jangkrik dewasa dan muda caranya, ambil satu persatu agar tidak melukai dan tidak membuat jangkrik lain stres. Lalu masukan jangkrik dalam wadah dengan ventilasi yang baik.

Sedangkan untuk mengambil telur jangkrik kamu hanya perlu meletakkan pasir yang berisi telur jangkrik di atas saringan, lalu siram perlahan dengan air untuk memisahkan pasir dan telur jangkrik.

Setelah hanya telur yang tersisa, tumpahkan telur pada kain lalu bungkus dengan ukuran tertentu.

Modal Ternak Jangkrik

Ternak jangkrik tidak butuh modal yang besar, kamu bisa mulai dengan modal 1 jutaan. Dari modal tersebut kamu sudah bisa menjalankan bisnis sampai satu kali panen. Di bawah ini estimasi rincian modal yang diperlukan untuk budidaya jangkrik sampai satu kali panen.

  • Lokasi ternak, Gudang atau Gubug = gratis, asal memanfaatkan yang ada.
  • Kandang besar = 250 ribu rupiah per kandang
  • Rak telur atau Etray = 50 ribu rupiah
  • Telur jangkrik (opsional) = 100 ribu rupiah
  • Jangkrik betina = 200 ribu rupiah
  • Voer ayam 1 karung = 300 ribu rupiah.
  • Sayuran = 180 ribu rupiah.
  • Total : Rp1.080.000

Dengan modal satu juta kamu sudah bisa memulai ternak jangkrik sampai panen. Lalu, berapakah keuntungan dari usaha budidaya jangkrik ini?

Baca Juga: Usaha Ternak Modal 300 ribu 

Keuntungan Ternak Jangkrik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jangkrik dapat dipanen dalam tiga bentuk yaitu telur, jangkrik dewasa, dan jangkrik muda. Ketiganya tentu punya keuntungan dan kerugian masing-masing.

Misalnya memanen telur jangkrik, waktu panen relatif singkat sehingga biaya produksi semakin kecil, tapi hasil produksi juga kecil.

Memanen jangkrik dewasa, keuntungannya hasil ternak banyak dan harga jual lumayan tinggi, tapi butuh waktu lama. Sedangkan memanen jangkrik muda, waktu panen relatif pendek, harga jual tidak tinggi.

Berikut ini estimasi keuntungan jika beternak jangkrik dan memanen-nya saat menjadi jangkrik dewasa.

Hasil produksi × Harga jual = 70kg × Rp70.000 = Rp4.900.000

Keuntungan atau laba bersih dalam satu kali panen:

Rp4.900.000 – Modal = Rp4.900.000 – Rp1.080.000 = Rp 3.820.000

Tapi perlu diingat bahwa nominal diatas hanya estimasi, pada kenyataanya bisa berbeda karena banyak faktor yang memengaruhi, misalnya harga jangkrik, harga pakan, dan lain-lain.

Kesimpulan

Itu tadi cara ternak jangkrik beserta estimasi modal dan keuntungannya. Singkatnya tahapan budidaya jangkrik adalah, menentukan lokasi, membuat kandang, menyiapkan media dalam kandang, pembibitan, penetasan, dan panen jangkrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *