Makin Mahir

Hai Rekan Kerja! Tahapan seleksi kerja tidak hanya sebatas pengajuan lamaran kerja dan wawancara kerja saja. Dengan melewati dua tahap tersebut, pencari kerja tetap harus mengikuti tes psikologi lagi atau yang biasa disebut psikotes.

Apa saja jenis tes psikologi dan bagaimana cara melakukannya? Berikut ini Kinar akan membagikan informasi lengkapnya untuk rekan-rekan kerjanya semua. Pelajari jenis-jenisnya agar bisa lulus psikotes dengan lancar dan lancar.


Jenis Tes Psikologi Kerja

1. Tes Analogi Verbal

Psikotes ini biasanya berupa tata bahasa seperti sinonim, antonim, analogi kata dan artinya. Tujuannya untuk menguji kemampuan kandidat dalam menghadapi situasi tertentu, menebak dan memahami hubungan sebab-akibat suatu masalah. Contoh analogi kata dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini.

Saat mengerjakan tes ini, cobalah berkonsentrasi, dan mulailah dari apa yang menurut Anda paling mudah untuk dipahami dan dikerjakan. Untuk menghadapi tes analogi kata, Anda hanya perlu menambah kosakata dan maknanya. Baca lebih banyak berita di surat kabar dan baca artikel serta buku non-fiksi untuk menambah kosakata Anda.

2. Tes Kecerdasan Alfa Angkatan Darat

Tes alpha tentara sebenarnya bukanlah tes yang sulit. Anda akan dihadapkan pada deretan gambar bidang datar yang terdapat angka atau huruf di dalamnya. Kemudian Anda diminta mencoret gambar yang memenuhi kriteria sesuai petunjuk soal. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui sejauh mana calon pegawai mampu memahami instruksi yang diberikan.

Dalam mengerjakan soal ini yang perlu diperhatikan hanyalah memahami petunjuk yang diberikan soal tersebut. Pahami gambar mana yang memenuhi kriteria yang disyaratkan pertanyaan agar Anda benar dalam menjawabnya. Tes ini tidak melibatkan perhitungan matematis, murni berupa petunjuk pemahaman.

3. Tes Logika Aritmatika

Tes logika aritmatika ini melibatkan banyak bilangan, seperti menentukan pola dari suatu barisan bilangan tertentu. Selain melibatkan angka, tes logika ini juga dapat berupa penalaran dengan pola gambar. Keduanya menuntut peserta tes untuk bisa memprediksi pola angka atau gambar selanjutnya dari data yang telah disediakan sebelumnya.

Untuk mengerjakan soal ini diperlukan ketelitian dalam melihat pola gambar, kemampuan berhitung jika soalnya menyangkut angka. Untuk soal pola bilangan, Anda bisa mencoba memprediksi dengan cara menjumlahkan, mengurangi, mengalikan dan membagi, atau terkadang dengan menentukan persentase.

4. Tes Kraepelin / Pauli

Masih berkaitan dengan angka dan perhitungan, tes Kraepelin atau Pauli hanya meminta peserta tes untuk menjumlahkan angka dalam jumlah besar secara vertikal, angka tersebut hanya berkisar pada 1-9. Namun karena jumlahnya banyak dan soalnya mirip koran, maka tes Kraepelin atau Pauli populer juga dengan sebutan Newspaper Test. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menguji konsentrasi dan ketahanan terhadap tekanan.

Untuk menghadapi ujian ini kamu hanya perlu tenang saja, karena penjumlahan angkanya tidaklah sulit, cukup ambil angka satuannya saja, bukan puluhan. Latih kecepatan menjumlahkan angka dari 0 sampai 9 tanpa berpikir panjang, karena tes ini mempunyai batas waktu dan biasanya setiap peserta tidak akan bisa menjumlahkan semua angka dalam satu kolom. Penilaian dari tes ini adalah rata-rata jumlah angka dalam 1 kolom dan ketepatan perhitungan.

5. Tes Psikologi Spasial

Tes ini terkait dengan ruang bangun. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam memahami bentuk dan detail geometri serta mengukur kemampuan imajinatif peserta. Tidak ada cara khusus untuk mengatasi masalah ini, yang penting Anda dapat memahami situasi spasial dan mengamati detail gambar dengan cermat.

6. Tes Wartegg

Masih berkaitan dengan gambar, tes selanjutnya adalah Tes Wartegg. Sesuai dengan namanya, tes ini digagas oleh seorang psikolog asal Jerman bernama Ehrig Wartegg. Tes ini hanya meminta peserta menggambar dengan melanjutkan pola awal yang diberikan pada soal. Tidak ada permintaan khusus mengenai gambar apa yang akan dibuat.

Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah, keuletan, cara beradaptasi, dan kemauan bekerja.

7. Tes Menggambar Orang (DAM) dan Pohon

Jika pada Tes Wartegg peserta diminta untuk melanjutkan menggambar, maka pada tes ini peserta diminta menggambar sendiri dari kertas kosong yang biasanya berukuran A4. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui rasa percaya diri, kestabilan, tanggung jawab.

Untuk tes menggambar orang (Draw A Man/DAM), usahakan menggambar dengan detail yang cukup dan wajah yang proporsional. Misalnya menggambar seorang guru, kemudian menggambarnya dengan pakaian kerja dan aktivitasnya. Untuk tes menggambar pohon biasanya mereka diminta menggambar pohon yang mempunyai cabang dan tidak boleh menggambar pohon kelapa. Tes ini tidak menilai keindahan gambar, yang penting mampu menggambar secara detail untuk menilai kepribadian peserta.

8. Tes Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS).

Tes psikologi kepribadian lainnya adalah EPPS. Tujuannya untuk mengetahui kepribadian lebih detail. Tes ini termasuk salah satu tes yang paling mudah untuk dilalui karena setiap soal diberikan 2 pilihan jawaban A atau B yang harus dijawab meskipun tidak sesuai dengan kepribadian peserta. Terkadang beberapa pertanyaan terkesan diulang-ulang untuk menguji konsistensi jawaban dan kejujuran dalam menjawab pertanyaan.

9. Tes MBTI

MBTI adalah singkatan dari Indikator Kepribadian Myers-Briggs. Menurut sitepoint.com, tes MBTI merupakan tes psikologi yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan mengambil keputusan serta mengetahui karakteristik kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang yang menjadikan potensi karyawan tersebut optimal. Ini biasanya menjadi salah satu tes kepribadian di perusahaan.

Menurut tes MBTI, ada 16 tipe kepribadian, mulai dari INFP, INTJ, ESFP, dan lain sebagainya. Pada tes ini peserta akan diberikan sejumlah soal berbentuk studi kasus dan harus diisi sesuai dengan jawaban yang paling sesuai dengan kepribadian peserta. Jika Anda penasaran dengan tes MBTI, Anda bisa mengikuti tes MBTI GRATIS di https://makinmahir.id/assessment. Caranya cukup dengan membuka halaman penilaian tadi, daftar akun di makinmahir.id lalu ikuti penilaiannya.

10. Tes DISK

Tes kepribadian yang terakhir adalah tes DISC yang merupakan singkatan dari dominasi (D), pengaruh (SAYA), kemantapan (Pasir Kepatuhan (C). Tes ini untuk mengetahui karakter masyarakat dalam dunia kerja baik secara mandiri maupun tim. Anda dapat mencoba tes ini secara mandiri di internet.










Cara Mengerjakan Soal Tes Psikotes


Teknis dalam melakukan psikotes berbeda-beda pada setiap jenis psikotes. Namun secara umum ada 5 tips menjawab soal psikotes.


  1. Mengenal dan mempelajari jenis-jenis tes psikologi. Dengan informasi awal ini Anda dapat melakukan persiapan yang diperlukan untuk lulus tes psikologi.
  2. Pahami pertanyaan atau instruksinya. Penting sekali bagi peserta untuk memahami petunjuknya karena rata-rata psikotes ini bukanlah tes yang sulit, misalnya tes Pauli yang hanya bersifat penjumlahan saja.
  3. Mulailah dengan pertanyaan yang paling mudah dijawab.
  4. Tetap fokus dan berkonsentrasi. Kurangnya konsentrasi dapat menyebabkan kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang mudah sekalipun.
  5. Percaya diri. Karena pada sebagian besar psikotes ini (khususnya tes nomor 6 – 10) biasanya pihak HR akan memberikan informasi bahwa tidak ada jawaban benar atau salah.



Penutupan


Itulah tadi jenis-jenis atau jenis psikotes dan cara melakukannya yang biasa Anda temui saat memilih pekerjaan. Walaupun dalam satu tahapan psikotes tidak akan diberikan semua jenis psikotes, namun setidaknya Anda bisa mengetahui ciri-ciri psikotes dan kini Anda bisa melakukan persiapan untuk menghadapinya. Semoga beruntung?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *