5 Fakta Vtube Aplikasi Penghasil Uang yang Kontroversial

Bisnis vtube
Fakta aplikasi kontroversial Vtube – Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat dalam berbagai bidang kehidupan. Di bidang ekonomi khususnya, perkembangan teknologi berperan dalam pertumbuhan ekonomi dengan menyerap tenaga kerja dan mempermudah akses informasi ketenagakerjaan.
Munculnya berbagai aplikasi moneter adalah salah satu buktinya. Banyak aplikasi menawarkan penghasilan dengan berbagai cara. Salah satu aplikasi tersebut adalah Vtube, aplikasi ini menawarkan penghasilan kepada penggunanya dengan menonton iklan di aplikasi tersebut.
Aplikasi ini sebenarnya sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu dan menimbulkan kontroversi karena sistemnya yang mirip MLM. Meskipun demikian, masih ada orang yang mempromosikan bergabung dengan bisnis online ini, meskipun ada sejumlah peringkat buruk yang menyertainya.
Baca juga: Wintub, nonton di Youtube, dapat uang? Simak 4 keunikannya

5 fakta yang harus Anda ketahui tentang Vtube

Sejak awal kemunculannya, aplikasi ini berkembang cukup pesat di kalangan para pencari uang online, lalu bisnis seperti apakah Vtube sebenarnya? Sejak awal bisnis ini dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan karena meja kerja yang mudah dan keuntungan yang ditawarkan sangat besar. Jika Anda tertarik untuk bergabung, Anda harus mengetahui 4 fakta tentang bisnis online ini.

1. Keanggotaan berbayar

Paket vtube
Inti dari keanggotaan berbayar adalah bahwa anggota baru harus memasukkan sejumlah uang untuk mendapatkan referensi dan mendapatkan bayaran. Vtube menawarkan opsi 6 tingkat keanggotaan dengan harga yang sesuai dengan manfaat yang ditawarkan. Paket termurah adalah paket bintang 1 dengan biaya 20rb rupee dan menghasilkan $12 selama 40 hari. Paket termahal adalah paket bintang 6 seharga 40 juta rupee dan menghasilkan $13.500 selama 40 hari.
Sistem seperti itu cukup sering digunakan untuk penipuan dalam mode aplikasi penghasil uang. Misalnya, situs web Midjobs sekarang sedang down. Dana dari keanggotaan berbayar ini akan digunakan untuk kebutuhan operasional.

2. Aplikasi tersedia di PlayStore

Awalnya, aplikasi ini hanya bisa diunduh oleh member senior atau biasa disebut Leader, memberikan link referral bagi yang ingin bergabung. Jadi ada unsur paksaan untuk menjadi bawahan atau bawahan seseorang jika ingin ikut bisnis online. Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan legitimasi Fintech ini.
Namun, aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui Google PlayStore sejak 4 Juni 2020 dan telah diunduh lebih dari 1 juta kali dengan rating 4,5 lebih dari 65 ribu. Tapi anehnya deskripsinya mengatakan bahwa aplikasi ini adalah platform berbagi video di Indonesia, bukan penghasil uang atau semacamnya. Berbeda dengan yang diiklankan oleh para member media sosial, Vtube merupakan aplikasi bisnis online.

3. Orang ilegal

Kantor Kejaksaan Keuangan (OJK) menerbitkan laporan tentang investasi ilegal dan fintech ilegal pada 3 Juli. OJK dan Satgas Waspada Investasi melampirkan daftar fintech dan investasi ilegal melalui situs resminya. Aplikasi tersebut bernama PT Future View Tech (Vtube). Ini menandakan bahwa Vtube tidak resmi atau ilegal.
Juga, situs web resmi fvtech.id tidak lagi tersedia. Sebelumnya situs ini diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan jika Anda mencoba mengaksesnya, Anda akan dibawa ke halaman web positif.
Baca juga: Apakah Golns membayar atau hanya penipuan? Simak 5 keunikannya

4. Cara kerjanya

Sebelum Anda memutuskan untuk memainkan aplikasi ini, Anda harus benar-benar memahami sumber penghasilan yang akan Anda dapatkan. Banyak member senior yang mengiklankan aplikasi Vtube ini dengan kalimat “Paid to watch ads” walaupun cara kerjanya tidak semudah itu. Ketika Anda menonton iklan untuk jumlah dan durasi yang ditentukan, Anda memang akan menerima poin tampilan, yang nantinya dapat Anda tukarkan dengan uang tunai.
Saya merasa bermasalah untuk memonetisasi sudut pandang, sudut pandang hanya dapat dimonetisasi dengan menjualnya ke anggota baru. Anggota baru membutuhkan tampilan ini untuk membeli paket keanggotaan, yang nantinya akan digunakan untuk mendapatkan lebih banyak tampilan. Ini seperti siklus dan pengintai lebih banyak mata uang digital tetapi versi palsu.

5. Halal atau haram?

Bagi umat Islam khususnya, berpantang dari praktik haram adalah wajib, termasuk untuk mencari nafkah. Vtube edisi kali ini sudah masuk ranah agama, jika anda seorang muslim wajib memperhatikan hukum bisnis online yang satu ini.
Sebuah artikel tentang hukum bisnis online dalam Islam telah dimuat di situs resmi Nahdatul Ulama. Artikel tersebut mengatakan bahwa ada skema ponzi dalam sistem Vtube dan hukum skema ponzi dalam Islam adalah haram.

Akhir kata

Itulah beberapa tren bisnis online. Meskipun banyak ulasan buruk, belum ada laporan bisnis Vtube palsu. Terlepas dari pro dan kontra dari bisnis online ini, Anda harus menyadari bahwa kesuksesan itu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Ada banyak cara menghasilkan uang secara online tanpa banyak risiko, seperti aplikasi atau bisnis ini jika Anda benar-benar ingin mendapatkan penghasilan. Saya harap ini membantu.
Baca Juga : 4 Website Penghasil Uang Paling Menguntungkan
BACA JUGA   Ponpes Budi Utomo Solo - Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *