Masjid LDII Punya Menara Unik, Tingginya 99 meter

Di puncak menara yang memiliki 23 lantai ini terdapat kubah berlapis emas seberat 60 kg.

Menara ini berada di sebuah pesantren yang letaknya di tengah kota Kediri. Memiliki fasilitas yang cukup lengkap yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran para siswa. Secara umum, Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Burengan Banjaran Kediri dapat dikatakan mempunyai daya tampung kurang lebih mampu menampung 2.000 santri mukim, baik laki-laki maupun perempuan, serta sekitar 50 orang pengurus dan guru pondok pesantren beserta pengurusnya. keluarga.

Bangunan cottage tersebut berada di atas tanah seluas 3,4 hektar yang terdiri antara lain : kost 2 lantai, gedung parkir 7 lantai, gedung Dewan Wali Barokah 3 lantai, gedung 50 kamar 3 -Asrama Putra DMC tingkat, Asrama Putri 3 tingkat dengan 70 kamar. 3 Lantai, Masjid Baitil A’la, Menara Asma’ulhusna Tinggi 99 Meter, Gedung Kamar Tamu Pria 2 Lantai, Kamar Tamu Wanita, Kamar Tamu, Guest House Damai, Gedung Pengajian, Pengurus Organisasi LDII, Gedung Pengasuh dan Guru, Pria Unit Kesehatan, Unit Kesehatan Wanita, Dapur Asrama, Ruang Makan Tamu, Pusat Kebugaran, Lantai Lapangan Tenis, dan berbagai unit bangunan lainnya seperti dapur, kamar mandi, ruang tamu, dan lain sebagainya. Beberapa gedung tersebut diresmikan oleh pegawai negeri, seperti Gedung Dewan Wali Barokah yang diresmikan oleh Menteri Siswono Yudho Usodo.

Santriwati (santriwati) dan santriwan putra (santriwan) dipisahkan dengan menempati gedung yang berbeda, meskipun jaraknya tidak terlalu jauh dan masih dalam satu kompleks. Antara asrama putra dan putri dipisahkan oleh sebuah masjid. Namun pada jalan menuju masjid terdapat tanda pemisah yang terbuat dari tali antar jalan khusus untuk siswi dan siswi agar tidak saling bertabrakan atau berkelahi.

Selain tersedia fasilitas kursi-meja sebanyak ± 1.500 unit, juga terdapat kemudahan antara lain 4 unit mobil van, 2 unit truk, 1 minibus, dan 20 unit sepeda motor. Selain itu, untuk fasilitas pembelajaran juga disediakan fasilitas perpustakaan dan komputer serta tempat praktek pembelajaran keterampilan seperti menjahit, memasak, dan lain sebagainya. Selain itu, Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri juga memiliki koperasi atau disebut Badan Usaha Bersama (UB) yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari dan sembako (sembilan bahan pokok). Selain itu juga terdapat unit UB yang menangani penjualan buku-buku kebutuhan santri dan jamaah yang berasal dari luar kota yang ingin silaturahmi di Pondok Pesantren Walibarokah, Burengan, Banjaran, Kediri. Selain disediakan oleh UB, berbagai kebutuhan keagamaan dan sandang termasuk buku juga dijual di outlet milik keluarga pengurus Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri dan Dewan Guru yang berdomisili di kompleks Pondok Pesantren Walibarokah Burengan Banjaran Kediri. Kemudahan lainnya adalah tersedianya air minum dalam dispenser yang dapat digunakan oleh dan untuk kesejahteraan seluruh civitas akademika

Hal yang mencolok adalah fasilitas yang disebutkan di atas terlihat bersih dan terawat serta tidak ada kesan kumuh yang pada umumnya menjadi salah satu ciri pondok pesantren. Hal ini tidak lepas dari peran bagian Kebersihan pondok yang dapat memandu seluruh sumber daya yang ada di kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *