Doa Istikharah

Sholat Istikharah LDII

Istikharah. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan yang harus diambil. pilihan antara ‘Ya‘ atau ‘TIDAK‘, memperkirakan dengan menimbang sebaik-baiknya dan seakurat mungkin, besar kecilnya risiko dari keputusan yang akan diambil, seberapa besar manfaat atau manfaatnya. mudhorot yang akan didapat, atau asumsi lain yang membuat kita teguh pada satu pilihan itu.

Dalam matematika dikenal istilah kemungkinan, yang didefinisikan sebagai probabilitas atau kemungkinan suatu peristiwa, ukuran probabilitas atau tingkat ketidakpastian suatu peristiwa (peristiwa) yang akan terjadi di masa depan. Misalnya si fulan hendak keluar rumah, ia menengadah ke langit, ternyata langit dipenuhi awan hitam pekat menggumpal disertai sesekali terdengar suara guntur di kejauhan. Dengan kondisi tersebut, ia memperkirakan kemungkinan terjadinya hujan akan lebih besar dibandingkan tidak. Pilihannya adalah menunda keberangkatan atau tetap berangkat dan kemungkinan besar akan kehujanan.

Anugerah berupa kemampuan berpikir dan menganalisis suatu peristiwa yang diberikan Tuhan kepada manusia, digunakan sebagai upaya pelestarian diri agar kegiatan atau niat yang akan dilakukan berjalan sesuai rencana. Misalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). waktu sebenarnya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi cuaca saat ini dan yang akan datang.

Melalui Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, Islam memberikan petunjuk bagi umat Islam untuk meminta petunjuk kepada Allah Ta’ala terhadap hal-hal yang ingin dilakukan atau diputuskan. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ السُّلَمِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَ خْلَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ Allah SWT Aamiin رَةَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآ نِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْي رَكْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ Allah دْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ال Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan نْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الْأَمْرَ فَيُسَمِّيهِ مَا كَانَ مِنْ شَيْءٍ خ َيْرًا لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ خَيْرًا لِي فِي عَاج ِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي Amin Allah حَيْثُمَا كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

Sudah memberitahu kami [Ahmad bin Yusuf As Sulami] katakan, telah memberitahu kami [Khalid bin Makhlad] katakan, telah memberitahu kami [‘Abdurrahman bin Abu Al Mawali] dikatakan; saya mendengar [Muhammad Ibnul Munkadir] beritahu dari [Jabir bin Abdullah] dikatakan,

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita shalat istikharah sebagaimana beliau mengajarkan kita surat-surat Al-Qur’an.

Beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian menginginkan sesuatu, hendaklah ia shalat dua rakaat, setelah itu ucapkan;

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BI QURATIKA WA AS`ALUKA MIN FADLIKAL ‘AZHIIM FA INNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU WA ANTA ALLAAMUL GHUYUUB ALLAHUMMA DALAM KUNTA TA’LAMU HADZAL AMRA KHAIRAN LI FII DI SINI Wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii au Khairan lii fii’ aajili amrii wa aajilihi faqdurhulii wa yassirhulii wa baariklii fiihi wa -a anniaa ‘anniaa’ anniaa ‘anniaaa’ anniaa. Kaana Tsumma Radldlinii Bihi

(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pilihan yang tepat dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi permasalahanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sesuatu dari karunia-Mu Yang Maha Tinggi, sesungguhnya Engkau Yang Maha Besar, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tak berdaya, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahwa perkara ini (menyebutkan apa yang terjadi) niscaya lebih baik dalam agama dan hidupku , dan akibat-akibatnya bagiku, atau dia berkata: “kebaikan bagiku di dunia dan di akhirat, maka sudah ditakdirkan bagiku, dimudahkan, dan diberkahi. Tetapi jika kamu mengetahui hal itu – dia menyebutkan lagi Masalah yang disebutkannya di atas, mempunyai akibat buruk bagiku, maka singkirkanlah masalah itu dan jauhkan aku darinya. Takdirkanlah bagiku dimanapun ada kebaikan, maka ridhalah dengannya.”

Beberapa manfaat bagi umat Islam yang menjalankan sunnah istikharah:

– Menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah. Manusia lemah di hadapan Tuhan, tidak mampu menjangkau peristiwa yang akan terjadi di masa depan.

– Meningkatkan ketakwaan dan kepasrahan. Menyerah pada apapun yang menjadi bagian hidupnya.

– Berhati-hatilah dalam setiap keputusan tindakan dan perbuatan. Anda dapat menyadari bahwa apapun yang Anda inginkan, jika Tuhan tidak menginginkannya, maka tidak akan terwujud. Manusia boleh membuat rencana, tapi Tuhanlah yang menentukan.

– Sadar sepenuhnya, hasil keputusan adalah yang terbaik baginya.

Hendaknya setiap muslim mampu menjalankan sunah ini dalam setiap urusannya. Dengan demikian keputusan yang diambil bukan semata-mata berdasarkan jerih payah pikirannya saja, namun yang lebih penting lagi karena ia telah mendapat hidayah dan ridho dari Allah Subhanahu wata’ala.

BACA JUGA   Cara Daftar Twitter Tanpa Nomor HP dengan Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *