Mengenal Lebih Jauh Kitab Darkhold di Jagat Marvel

Mengenal Kitab Darkhold, Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness telah tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 5 Mei. Film kedua dari Doctor Strange ini juga merayakan fase keempat dari Marvel Cinematic Universe. Banyak hal baru yang bermunculan di film Doctor Strange kedua ini, seperti penyebutan dua buku paling berpengaruh di dunia. sihir MCU, Kitab Vishanti dan juga Kitab Darkhold.

Kali ini Subculture ingin mendalami lebih dalam tentang Book of Darkhold, mulai dari asal usulnya, awal kemunculannya di komik, dan juga komik Marvel era modern. Lihat di bawah ini!

Sejarah dan Asal Usul Kitab Darkhold

Chthon (melalui keajaiban.fandom.com)

Book of Darkhold pertama kali muncul di komik Marvel Spotlight #4 yang dirilis pada tahun 1972. Miliaran tahun yang lalu, dewa jahat bernama Chthon terpaksa meninggalkan Bumi karena dikejar oleh Demogorge, sang pemakan Tuhan. Sebelum meninggalkan Bumi, dia menulis semua mantra dan rencana jahatnya pada selembar kulit yang dia buat menjadi sebuah gulungan dan meninggalkannya di sebuah gua bernama Darque Hold, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Wundagore.

Chthon meninggalkan gulungan-gulungan tersebut dengan tujuan untuk mempertahankan wilayah dan pengaruhnya di Bumi, serta membuka pintu antara Dimensi Chthon dan Bumi. Gulungan Chthon telah ditranskripsi beberapa kali, pertama ke batu dan kemudian ke gulungan kertas dan buku hingga akhirnya disebut sebagai Kitab Darkhold.

Darkhold di Era Modern

Manusia Serigala di Malam Hari #13

Pada abad ke-20, tepatnya pada tahun 1958, a tukang sihir bernama Taboo menemukan Darkhold di sebuah kastil tua di Balkan, sebelum buku itu dicuri oleh Gregor Russoff. Gregor mencuri Darkhold dengan harapan dapat membangkitkan Chthon dan memintanya untuk menyembuhkan lycanthropy-nya. Namun naasnya, ketika Gregor berhasil membangkitkan Chthon, sang Dewa malah menyerangnya yang mengakibatkan Gregor tewas dalam sekejap.

BACA JUGA   Ini Dia 8 Tempat Beli Set Top Box Bersertifikasi Kominfo di Bandung
Pembantaian Jil. 2 #4

Pada abad ke-21, pengikut aliran sesat Chthon, yang disebut Darkholders, tertarik dengan kehadiran Carnage di Bumi. Mereka tertarik bukan tanpa alasan, mereka percaya ada sebuah ramalan yang tertulis di Darkhold yang berbunyi, “Ketika Pembunuh Merah telah menumpahkan darah di Batu Suci, maka Yang Tertidur akan bangkit dan berjalan kembali.” Salah satu anggota sekte memutuskan untuk bertemu Cletus Kasady dan berencana mengorbankan dia untuk menghidupkan kembali Chthon. Alih-alih bekerja sama, Cletus dan Carnage mencuri Darkhold dari anggota sekte dan bermaksud untuk membangkitkan dan menyerap kekuatan Chthon sendiri.

Itulah tadi sedikit tentang Book of Darkhold versi komik Marvel. Apakah buku ini akan digunakan dan dijelaskan lebih mendalam pada film dan serial MCU selanjutnya?

Baca juga: Review Doctor Strange in the Multiverse of Madness – Masterpiece Horror dari Sam Raimi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *