Tri Sukses Generus adalah Fakih dan Faham, Berakhlaqul Karimah serta Mandiri

Tri Kesuksesan Dermawan adalah Fakih dan Pemahaman, Memiliki Akhlaqul Karimah dan Mandiri

Generasi penerus/generasi muda yang merupakan tulang punggung suatu negara perlu dibekali dan dibina dengan sebaik-baiknya agar tidak terbuang percuma. Masa muda merupakan masa keemasan kehidupan manusia. Generasi penerus inilah yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan agama dan memperjuangkan kehidupan pribadi sebagai makhluk sosial yang akan hidup bermasyarakat. Dan hal tersebut dapat tercapai jika generasi penerus merupakan generasi ideal jika berhasil memenuhi tiga kriteria, yaitu:

Memiliki Akhlaqul karimah (perilaku baik/berbudi luhur)

Salah satu misi Rosululloh adalah menyempurnakan akhlak mulia dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladanan kepada umatnya dengan akhlak yang baik dalam memimpin umat, menjalankan dan menyebarkan agama Allah. Oleh karena itu sudah selayaknya generasi penerus umat Islam harus mempunyai akhlak yang baik dan menjauhi su’ul khuluq (akhlak yang buruk). Akhlak yang mulia adalah akhlak seorang mukmin, akhlak penghuni surga, dan akhlak yang dicintai Allah. Dengan berakhlak mulia maka pemuda sebagai generasi penerus bangsa akan menjadi manusia terhormat dan kehadirannya akan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Al Quran surat Al Ahzaab ayat 21,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَ رْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَ خِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya pada (diri) Rosululloh ada teladan yang baik (yaitu) bagi orang-orang yang berharap (bertemu) Allah dan (kebahagiaan) di hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah”

Al Quran surat Al Qolam ayat 4,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Sesungguhnya kamu (Muhammad) niscaya mempunyai akhlak yang mulia”

انما بعثت لاءتمم صالح الاخلاق* رواه البخارى عن ابى هريرة

Artinya : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR Bukhori dari Abi Huroiroh)

Damai sejahtera besertamu

Artinya : “Tetapi akhlaknya baik, sesungguhnya manusia yang akhlaknya lebih baik maka lebih baik pula agamanya”

ان مكارم الاخلاق من اعمال اهل الجنة * رواه ابن ابي دنيا

Artinya: “Sesungguhnya akhlak mulia termasuk amalan para ahli surga”

ان الله تعلى يحب مكارم الاخلاق ويبغض سفسافها * رواه ابن ابي دنيا

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung menyukai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang rendah”

ان الرجل ليدرك بحسن الخلق درحة القائم الصائم* رواه احمد عن عائشة

Artinya: “Sesungguhnya bagi seseorang yang berakhlak baik akan mencapai derajat ahli shalat dan ahli puasa”

Sebagai contoh akhlak yang baik dan mulia, baik dari sudut pandang kemanusiaan maupun agama (Al-Qur’an Hadist) adalah: ucapan dan bahasa yang baik, sopan santun, sopan santun, mengunggah, berwawasan ke depan, jujur, amanah, amanah, silaturrohim, menghormati dan memuliakan orang yang lebih tua, dan terutama berbakti kepada orang tua dan berusaha menyenangkan mereka, dan seterusnya. Contoh sifat buruk adalah : berbohong, berbuat curang, ingkar janji (pengkhianatan), sombong, menghina, dengki, meremehkan, dengki, dengki, dendam dan perbuatan-perbuatan lain yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.

BACA JUGA   Karies Gigi Berdasarkan Stadium Karies dan Cara Meluasnya

Alim dan pemahaman agama (Faqih)

Mengikuti sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, bahwa:

العلم حياة الاسلام وعماد الائميمان * رواه ابو الشيخ عن ابن عباس

Artinya : “Ilmu (Al-Qur’an Hadits) adalah kehidupan Islam dan rukun iman”

تفقهوا قبل ان تسودوا * رواه البخاي

Artinya : “Carilah pengertian (agama) sebelum kalian semua diberi tanggung jawab”

Maka tidak bisa ditawar lagi bahwa generasi penerus harus bertakwa (memiliki ilmu Al-Qur’an Hadits) dan mempunyai pemahaman yang tinggi sebagai syarat utama kelangsungan ila Al-Qur’an Hadits. Karena remaja yang bodoh dan tidak paham agama bukanlah ahli yang bisa diserahi tanggung jawab mengurus agama ini dan pasti akan merusak masa depan dan keberlangsungan Al-Qur’an Hadits. Lihat argumen di bawah ini:

Tuhan memberkati Anda وا فافتوا بغير علم فضلوا واضلوا * رواه البخاى عن عبدالله ابن عمرو بن العاص

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu yang telah diberikan kepada hamba-Nya dengan mencabut ilmu tersebut, melainkan Allah akan mencabutnya dengan meninggalnya para ulama. Sehingga ketika sudah tidak ada lagi ulama yang tersisa, maka manusia mengangkat pemimpin-pemimpin dari orang-orang yang bodoh (tidak mengerti), ketika mereka (pemimpin bodoh) ditanya, mereka memberikan fatwa tanpa dasar ilmu apa pun, maka mereka sesat dan sesat.”

اذا وسد الامر الى غير اهله فانتظر الساعة * رواه البخارى عن اب هريراة

Artinya: “Bila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat itu (kerusakan)”

Memiliki keterampilan untuk hidup mandiri

Generasi tua tentunya ingin mewariskan generasi penerusnya dalam keadaan yang kuat baik lahiriah, batin, maupun ekonomi dan tidak ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan lemah dan berdhu’afa. Sebab dengan dukungan ekonomi yang kokoh, selain mampu mencukupi kebutuhan hidup, urusan ibadah dan perjuangan juga menjadi lebih lancar. Apalagi di hari-hari akhir seperti ini, baik urusan dunia maupun akhirat memerlukan biaya dan dana yang cukup besar. Kata pepatah Jer Basuki Mawa Beya. Selain itu, jika generasi muda muslim bisa mandiri maka mereka akan lebih percaya diri, karena tidak bergantung pada orang lain dan pada akhirnya mereka bisa lebih semangat dalam memperjuangkan Al-Qur’an Hadits tanpa harus didikte dan terpengaruh. oleh orang lain yang tidak beriman. Lihat argumen di bawah ini:

BACA JUGA   Pondok LDII

Tuhan memberkati

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan, itu lebih baik dari pada meninggalkan ahli warismu dalam keadaan miskin dan mengemis kepada orang lain.”

Tuhan memberkati

Artinya: “Pada saat hari-hari terakhir, tidak dapat dipungkiri (tentunya) manusia mempunyai dirham dan dinar, untuk menjalankan agamanya dan dunianya dengan dirham dan dinar tersebut”

Untuk mencapai keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari peran berbagai pihak, terutama peran orang tua. Karena bagi orang tua mempunyai anak adalah sebuah amanah yang harus dididik dan dibina tentang agamanya dan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak. Di tangan orang tua karakter dasar dan kepribadian anak akan terbentuk. Lihat argumen di bawah ini

Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini? فمسلم * رواه مسلم عن ابى هريرة

Artinya: “Setiap manusia dilahirkan dari ibunya dalam keadaan fitroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani, atau Magi. Jika kedua orang tuanya beragama Islam, maka hendaknya anaknya juga Islam.”

Dalam hal ini, kedua orang tua haruslah paling termotivasi untuk membimbing dan mendidik anaknya. Orang tua sama sekali tidak boleh bermalas-malasan, sembrono, sembrono terhadap pendidikan anaknya. Orang tua wajib mengontrol dan mengevaluasi proses pendidikan anaknya agar menjadi anak yang bertaqwa dan bertakwa. Perhatikan argumen di bawah ini:

يايها الذين امنوا قوا انفسكم واهلكم نارا * سورة التحريم 6

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan ahli-ahlimu dari api neraka…”

Semoga Allah memberkati dia dan memberinya rahmat dan berkah

Artinya : “Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarkan menulis, berenang, memanah dan tidak memberi rezeki kecuali yang baik (halal)”

لان يؤدب الرجل ولده حير له من ان يتصدق بصاع * رواه الترم ذى عن جابر بن سمرة

Artinya : “Sesungguhnya jika seseorang memberi pelajaran budi pekerti kepada anaknya, itu lebih baik baginya dari pada mengeluarkan satu shodaqoh shodaqoh.”

مروا الصبي بالصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها * رواه ابو داود ع dan

Artinya: “Suruhlah seorang anak salat ketika ia berumur 7 tahun, dan ketika ia berumur 10 tahun, pukullah dia untuk salat”

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan dan بلده * رواه ابن عساكر عن على بن ابى الدنيا

BACA JUGA   #maujadippds: Spesialis Gizi Klinik! Karena gizi adalah kesehatan

Artinya : “Ada 4 (empat) hal yang menjadi kebahagiaan/keberuntungan seseorang, yaitu isterinya adalah wanita yang berakal budi, anak-anaknya yang berakhlak mulia, sahabat-sahabatnya yang shaleh, dan rezekinya (penghidupan) di negerinya sendiri. “

Tuhan memberkatimu هريوة

Artinya: “Bila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga hal, yaitu: shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan/memohon ampun kepadanya.”

Anak yang sholih sholihat adalah tambang emas bagi orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat. Namun sebaliknya, jika orang tua lalai dan gegabah dalam mendidiknya, maka ia akan menjadi anak yang durhaka. Seharusnya anak-anak menjadi permata hati dan berubah menjadi musuh yang menyedihkan di dunia dan akhirat. Dalam hal ini Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan dalam sebuah hadits:

Nabi Muhammad SAW لكت يمينك *رواه الطبرانى عن ابى مالك الاشعرى

Artinya: “Musuhmu bukanlah seseorang yang jika kamu bunuh maka ringan bagimu dan bukan pula seseorang yang membunuhmu maka kamu masuk surga, melainkan musuhmu (yang paling besar) adalah anakmu yang keluar dari tulang rusukmu dan harta yang kamu miliki. “

Peran pemimpin dalam memberikan dukungan, motivasi, perhatian dan keseriusan terhadap aktivitas generasi muda juga sangat menentukan selain peran orang tua. Nasehat-nasehat yang baik, menyejukkan hati dan dapat menambah semangat ibadah dan perjuangan juga sangat diharapkan.

Para pengurus khususnya pengurus di tingkat takmir masjid harus mampu membantu dan menguatkan program-program yang diadakan untuk pembinaan generasi penerus. Sarana dan prasarana demi kelancaran program pendidikan dan pelatihan ini sangatlah penting. Perlu diperhatikan wahana-wahana yang cocok bagi jiwa muda yang masih dalam koridor tuntunan Al-Qur’an dan Hadist.

Peran para ulama, khatib dan khatib sangat penting, karena dari mereka generasi muda menyerap ilmu Al-Qur’an dan Hadits sebagai bekal menjalankan kewajiban ibadah dan perjuangan. Semangat, kesabaran, dan ketekunannya dalam menyampaikan ilmunya, serta mampu memberikan contoh perilaku yang baik sehingga mampu menjadi teladan dan idola bagi para remaja dan generasi muda.

Peran serta para ahli pendidikan sangat diharapkan dapat mewujudkan metode dan model yang baik, benar dan efektif dalam pendidikan dan pengembangan generasi penerus bangsa, sehingga ilmu pengetahuan yang benar-benar hakiki (Al-Qur’an Hadits) dan jelas manfaatnya dapat diterima dengan baik. kesenangan dan kebanggaan. dan penuh semangat para remaja dan generasi muda dalam mencapai tujuan nyata dan kesuksesan sesuai harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *